Jumat, 28 Oktober 2011

PRINSIP MANAJEMEN

PLANNING

Prinsip Manajemen By Objective

Pengertian Prinsip Manajeman By Objective
Sebutan “manajemen sesuai objektif” pertama dipopulerkan oleh Peter Drucker dalam bukunya tahun 1954 yang berjudul ‘The Practice of Management’. MBO sulit didefinisikan, namun secara umum esensi sistem MBO, terletak pada penetapan tujuan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan bawahan yang bekerja bersama, penentuan bidang utama setiap individu yang hasilnya dirumuskan secara jelas dalam bentuk hasil-hasil (sasaran) yang dapat diukur dan diharapkan, dan ukuran penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai satuan pedoman pengoperasian satuan-satuan kerja serta penilaian masing penilaian sumbangan masing-masing anggota.
Gagasan dasar MBO adalah bahwa MBO merupakan proses partisipatif, secara aktif melibatkan manajer dan para anggota pada setiap tingkatan organisasi. Management by objective (MBO) atau manajemen by objective atau manajemen sesuai objektif adalah suatu proses persetujuan terhadap objektif di dalam satu organisasi sehingga manajemen dan karyawan menyetujui objektif ini dan memahami apa posisi mereka di dalam organisasi tersebut
Management by objective (MBO) atau juga disebut (diterjemahkan) Manajemen Berdasarkan Sasaran, yaitu suatu cara untuk melibatkan para karyawan di dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut pekerjaan mereka. (Sondang P. Siahaan: 2004: 362).
Menurut Nanang Fattah (2009: 33) menjelaskan bahwa Management by objective (MBO) merupakan teknik manajeman yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi. Lebih lanjut Nanang Fattah menjelaskan bahwa dengan Management by objective (MBO) dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dan bawahan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Management by objective (MBO) adalah suatu cara di dalam mencapai sasaran hasil maupun dalam merencanakan program melibatkan semua pihak (stakeholders) pada lembaga yang bersangkutan

Kekuatan dan Kelemaham Manajeman By Objective
Kekuatan MBO antara lain adalah: 1) MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen, 2) MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen, 3) MBO memfokuskan pada hasil akhir dari pada niat yang baik maupun faktor personal. 4) MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan.
Hasil survei terhadap manajer, Tosy & Carroll menyatakan kekuatan Manajeman By Objective adalah:
1). Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. 
2). Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuan dan sasaran. 
3). Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
4). Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi. 
5). Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu. Ini memungkinkan para bawahan mengetahui kualitas pekerjaan mereka dalam hubungannya dengan tujuan organisasi.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan dari Manajeman By Objective adalah:
a. MBO melakukan integrasi fungsi perencanaan dan pengawasan ke dalam suatu sistem yang rasional dalam manajemen.
b. MBO mendorong organisasi untuk menentukan tujuan dari tingkatan atas hingga tingkatan bawah dari manajemen.
c. MBO memfokuskan pada hasil akhir.
d. MBO mendorong adanya manajemen diri dan komitmen dari setiap orang melalui partisipasi pada setiap tingkatan manajemen dalam penentuan tujuan.
e. Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
f. Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tugas masing-masing dan tujuan organisasi.
g. Pengawasan lebih efektif berkembang.
Adapun kelamahan dari Manajeman By Objective adalah pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa mempedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalah sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.
Sedangkan menurut hasil survei terhadap manajer, Tosy & Carroll menyatakan kelemahan Manajeman By Objective ada dua kategori kelemahan-kelemahan khas untuk organisasi yang mempunyai program MBO formal: 1). Kelemahan-kelemahan yang melekat (inherent) pada proses MBO. Ini mencakup konsumsi waktu dan usaha yang cukup besar dalam proses belajar untuk menggunakan teknik-teknik MBO serta meningkatkan banyaknya kertas kerja. 2). Kelemahan-kelemahan dalam pengembangan dan implementasi MBO oleh berbagai fungsi.
Menurut Nanang Fattah (2009: 35) ada empat kelemahan Manajeman By Objective yaitu:
a. Tidak mudah menanamkan pemahaman tentang konsep-konsep dan pemberian motivasi kepada bawahan untuk mempelajari penggunaan teknik Manajeman By    Objective secara tepat.
b. Tidak mudah menentukan tujuan dengan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk berpartisipasi.
c. Tidak mudah menilai prestasi kerja, karena tidak setiap prestasi dapat diukur secara kuantitas.
d. Perubahan yang diinginkan Manajeman By Objective dalam perilaku manajer kemungkinan akan menimbulkan maslah dalam proses MBO titik berat akan bergeser dari menilai menjadi membantu bawahan.
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kelemahan Manajeman By Objective adalah:
 1. Tidak mudah menanamkan tentang konsep-konsep dan pemberian motivasi kepada bawahan untuk mempelajari penggunaan teknik MBO secara tepat
2. Tidak mudah menentukan tujuan dengan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk berpartisipasi
3. Tidak mudah menilai prestasi kerja, karena tidak setiap prestasi dapat diukur secara dikuantitas
4. Pembuatan keputusan membutuhkan waktu yang lama
5. Kecenderungan karyawan bekerja memenuhi sasaran tanpa memperdulikan rekan kerja
6. Kecenderungan karyawan bekerja memenuhi sasaran tanpa memperdulikan rekan kerja

 narasumber :
http://adhisusilokons.wordpress.com/2010/10/20/management-by-objective-mbo/

DECISION MAKING
Pembuatan Keputusan Dalam Organisasi
DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Tiap-tiap kegiatan dan keputusan manajemen yg berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh kana itu untuk dapat menyediakan informasi yg relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang system informasi harus memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya. Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya didalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian : yaitu 1) Perencanaan strategic , 2) Penetapan tujuan , 3) Penentuan strategi.
 TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur.keputusan yg berulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
2. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur  keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Contoh: Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
3.Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.
 TIPE INFORMASI Sistem informasi sekarang peranannya tdk hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yg lebih penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen untuk fungsi perencanaan, alokasi sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Laporan2 dari sistem informasi memberikan informasi kepada manajemen mengenai permasalahan yg terjadi didalam organisasi untuk menjadi bukti yg berguna didalam menentukan tindakan yg diambil.
 KARAKTERISTIK INFORMASI Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen membutuhkan informasi yg berguna. Untuk tiap tingkatan manajemen dengan kegiatan yg berbeda-beda, dibutuhkan informasi yg berbeda-beda pula, karakteristik informasi ini antara lain : Kepadatan Informasi : untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci(detail) dan kurang padat, karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yg lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yg semakin tersaring(terfilter), lebih ringkas dan padat. Luas Informasi : manjemen bawah karakteristik  Adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg khusus. Untuk manajer tingkat tinggi, karakteristik inf yg semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yg luas.
 PERAN MANAJEMEN, menurut Henry Mintzberg Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari figur kepala (figur head)  manajer mewakili organisasi untuk kegiatan diluar organisasi. pemimpin(leader)  manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahan- bawahannya.  penghubung (liaison)  manajer menghubungkan personal2 di semua tingkatan manajemen. Peran Informational  peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan2 tentang informasi yg dimilikinya. Peran decisional  yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yg menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber2 dayaorganisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.
STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK SYARIAH MANDIRI
Departemenisasi Fungsional

Dewan Komisaris berjumlah 3 (tiga) orang sehingga menyamai (tidak melebihi) jumlah Direksi yang terdiri atas Komisaris Utama dan 2 (dua) orang anggota Komisaris. Komisaris Independen berjumlah 2 (dua) orang (66,67%). Penggantian/pengangkatan Dewan Komisaris langsung melalui RUPS, dikarenakan Komite Remunerasi dan Nominasi belum terbentuk (target realisasi Triwulan II/ 2007). Satu orang Komisaris merangkap jabatan Pejabat Eksekutif pada Bank Mandiri (pengecualian karena penugasan dari Pemegang Saham Pengendali – Bank BUMN).Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit untuk memastikan berjalannya tata kelola perusahaan yang baik, di mana secara keseluruhan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris telah berjalan dengan baik. 
Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Direksi bertanggung jawab penuh atas kepengurusan perusahaan untuk menjalankan prinsip perbankan yang sehat termasuk mengimplementasikan visi, misi, strategi, sasaran usaha, serta rencana jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
Komposisi 3 (tiga) Direksi adalah :
a. Direktur Utama (penugasan dari Bank Mandiri)
b. Direktur Operasional dan Pendukung (penugasan dari Bank Mandiri)
c. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko (penugasan dari Bank Mandiri)

Direktur Kepatuhan
Tanggung jawab Direktur Kepatuhan telah sesuai dengan PBI yang berlaku maupun best practices perbankan.
Direktur  Manajemen Resiko
Bank Syariah Mandiri (BANK MANDIRI SYARIAH ) menghadapi risiko-risiko dalam melakukan aktifitas bisnisnya. Risiko-risiko yang dihadapi oleh BANK MANDIRI SYARIAH meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko kepatuhan, dan risiko strategik.

PENTINGNYA PELATIHAN MANAJEMEN PROYEK 

Memberikan informasi tentang pentingnya proyek pelatihan manajemen untuk organisasi.

Untuk Organisasi untuk memperkuat akar atau lebih tepatnya fondasi yang adalah diletakkan pada tenaga kerja nya. Suatu organisasi dapat berhasil hanya bila mereka mengidentifikasi potensi karyawan, menerangi mereka untuk menyadari hal itu dan menggunakannya untuk mencapai tujuan yang sangat yang organisasi ada.

Di sini menjadi penting untuk menyebutkan harus ada perbudakan antara organisasi & karyawan yang membantu dia / dia mengerti bahwa pertumbuhan organisasi berarti / nya pertumbuhan sendiri mana oleh dia / ia menjadi lebih terikat secara emosional terhadap organisasi.
Manajemen Proyek bifurkasio dirinya menjadi Proyek perencanaan dan pelaksanaan proyek seperti yang direncanakan. Sementara pelatihan karyawan pada Manajemen Proyek mengejan harus difokuskan pada

1.  Ketersediaan sumber daya.  
2.  Analisis berbagai risiko dalam manipulasi Proyek & rencana lateral memecahkan sama.  
3.  Berdasarkan ketersediaan sumber daya kehati-hatian dalam penggunaannya.  
4. Cetak biru langkah Proyek dengan proses langkah dan lain-lain review,

Harus ada kesetaraan dan skala pengukuran antara manajemen dan perencanaan.
Suatu organisasi dapat merencanakan pada Pelatihan tenaga kerja melalui berbagai metode. Salah satu metode tersebut melibatkan pelatih eksternal awalnya berkembang yang pada gilirannya dapat melatih orang lain. Keuntungannya meliputi, tabungan moneter & juga skema pelatihan dapat diubah atau disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan Organisasi. Meskipun tampak layak, dapat dimungkinkan dalam Organisasi ditetapkan dan tidak dalam satu lahir baru.
Cara lain atau alternatif untuk melatih karyawan untuk menyewa lembaga-lembaga pelatihan yang ada hanya untuk melatih Organisasi . Metodologi ini dapat waktu & hemat energi dan karena mereka dapat melatih lebih dari satu Organisasi karyawan dilemparkan terbuka untuk ide-ide baru tentang bagaimana lainnya organisasi yang bekerja, perencanaan & sebagainya .Tapi di sini lagi masalah muncul dalam memilih lembaga pelatihan apt yang tidak hanya harus mampu pelatihan esstial tetapi tidak terjepit keuangan Organisasi.

HONDA SWOT ANALISIS

Strength :
Inovasi. 
Pangsa pasar kepemimpinan di segmen cerdas.
Ekuitas merek yang kuat.
Produk yang unik.
Sistem Produksi yang disempurnakan selama bertahun-tahun.
Tinggi dan kuat penelitian dan pengembangan R & D.
Pasar terbaik berbagi kepemimpinan teknologi mesin revolusioner dengan bantuan yang Honda adalah mendapatkan kesuksesan hari demi hari.
Popularitas disebut sebagai salah satu kekuatan terbaik yang menghasilkan perbaikan bagi perusahaan

Weaknesses:
Struktur biaya Honda tinggi karena dibandingkan dengan produsen mobil lainnya
Selain dari Nissan & Toyota, Honda memerlukan setoran pembelian istimewa
Honda lebih fokus pada deposito internasional dibandingkan dengan deposito dalam negeri
Model Civic dianggap sebagai salah satu kelemahan utama bagi Perusahaan Honda
Produk-produk Honda disebut sebagai ofensif dalam hal gaya dan desain
Harga untuk non-mewah kendaraan jauh tinggi dibandingkan dengan produsen lain
Sejalan truk, Perusahaan Honda tidak menawarkan produk yang kuat dan proposal

Opportunity :
Karena meningkatnya minat dari konsumen ke dalam mobil bahan bakar lebih efisien dan rendah polusi, Honda bisa menggunakan kekuatan itu dalam R & D yang tinggi untuk mengembangkan jenis mobil sesuai kebutuhan konsumen.Cina sebagai tetangga ke Jepang dan memiliki keunggulan inovasi biaya untuk dimanfaatkan dalam strategi global
Muncul pasar adalah salah satu kesempatan terbaik untuk perusahaan ini
Berbagai model ada yang melayani segmen yang lebih rendah
Efisiensi bahan bakar sekarang menjadi hari disebut sebagai salah satu kesempatan terbaik yang dapat menghasilkan produktivitas terbaik untuk perusahaan
Aliansi adalah peluang terbaik untuk Perusahaan Honda
Honda bisa meningkatkan produksi dengan berfokus pada penjualan dan penelitian
Mereka dapat memperoleh lebih banyak popularitas dengan melakukan penelitian yang lebih baik dan pengembangan mencari kendaraan hanya melewati dan bahan bakar bersih untuk hal-hal lain seperti asisten robot dan berjalan membantu bagi mereka dengan masalah kaki

Threats:
Salah satu ancaman utama adalah perlambatan ekonomi
Semua perubahan eksternal untuk pajak misalnya, politik serta pemerintah adalah ancaman utama bagi Perusahaan Honda
Ancaman lain adalah pesaing biaya yang lebih rendah
Perang harga juga menganggap sebagai ancaman penting bagi perusahaan ini
Harga minyak banyak berkontribusi terhadap hilangnya perusahaan Honda
Penggerak kedua adalah ancaman utama bagi perusahaan Honda
Produk pengganti adalah ancaman utama bagi perusahaan Honda


sumber  http://www.wikiswot.com/SWOT/4_User_Generated/HONDA.html
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar